Dasar-Dasar Partikel Dan Unsur

ATOM & UNSUR
Semua zat, baik itu padat, cairan, maupun gas, tersusun dari atom. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki karakteristik dari unsur tersebut. Unsur terdiri dari banyak atom, dan atom dalam suatu unsur semuanya sama. Tetapi, pada unsur yang berbeda, atomnya berbeda pula. Misalkan, pada Unsur Hidrogen, atom-atom dalam unsur tersebut semuanya sama, tetapi atom dalam unsur Hidrogen berbeda dengan atom dalam unsur Oksigen. Selain itu, unsur yang berbeda dapat bergabung menjadi satu kesatuan baru yang disebut molekul. Molekul memiliki sifat campuran dari unsur-unsur penyusunnya. Contoh molekul yang sederhana adalah Air (H2O), yang terdiri dari dua unsur Hidrogen dan satu unsur Oksigen.




PARTIKEL SUBATOMIK
Pada awalnya, atom diduga sebagai bagian terkecil dari suatu unsur. Namun setelah penelitian lebih lanjut, ditemukan bahwa atom itu sendiri terdiri dari partikel subatomik. Tiga partikel subatomik yang utama adalah proton, neutron, dan elektron. Semua partikel subatomik sama, walaupun unsurnya berbeda. Yang membedakan atom dalam setiap unsur adalah susunan dari partikel subatomiknya. Proton adalah partikel yang bermuatan positif, neutron adalah partikel tidak bermuatan, sedangkan elektron adalah partikel bermuatan negatif. Proton dan neutron menyusun inti atom atau disebut juga nukleus, sementara elektron berputar mengelilingi nukleus dalam tingkatan energi yang disebut orbital.




ISOTOP
Tidak semua atom dalam suatu unsur memiliki jumlah neutron yang sama dalam nukleusnya, tetapi jumlah proton dalam setiap atom dalam suatu unsur pasti sama. Kondisi seperti ini disebut sebagai isotop, yaitu atom yang jumlah proton dan neutron dalam nukleusnya berbeda.



NOMOR ATOM & NOMOR MASSA 
Setiap unsur memiliki nomor atom dan nomor massa. Nomor atom adalah angka yang menunjukkan banyaknya proton dalam nukleus suatu atom. Nomor atom dalam setiap unsur tidak pernah berubah, yang berarti nomor atom setiap unsur selalu sama. Nomor massa adalah angka yang menunjukkan banyaknya proton dan neutron dalam nukleus suatu atom. Nomor massa dalam setiap unsur belum tentu sama, karena keadaan isotop seperti yang telah dijelaskan. 



ANTI-PARTIKEL
Setiap partikel memiliki anti-partikel. Anti-partikel adalah partikel yang sama, namun memiliki muatan yang berbeda. Contoh anti-partikel sederhana adalah positron, yang merupakan anti-partikel dari elektron. Positron memiliki muatan positif. Walaupun positron bermuatan positif, tetapi anti-partikel ini tidak bisa disamakan dengan partikel proton yang juga bermuatan positif.

PARTIKEL ELEMENTER 
Seperti dibahas sebelumnya, atom terdiri dari partikel, dan partikel juga diduga sebagai bagian terkecil penyusun unsur. Tetapi, partikel itu sendiri masih terdiri dari partikel elementer, kecuali elektron. Partikel elementer yang terkenal adalah hadron. Hadron ini sendiri terbagi menjadi dua, yaitu: baryon dan meson. Proton dan neutron termasuk dalam golongan baryon. Hadron tersusun dari quark (sejenis elektron kecil) dan gluon sebagai pengikat quark. Perbedaan baryon dan meson adalah, baryon tersusun dari 3 quark, sedangkan meson tersusun dari 1 quark dan 1 anti-quark. Ada enam macam jenis dari quark, yaitu: up quark, down quark, top quark, bottom quark, charm quark, dan strange quark. Up, top, dan charm quark, memiliki muatan +2/3, sedangkan down, bottom, dan strange quark memiliki muatan -1/3. Proton tersusun dari 2 up quark, dan 1 down quark, sehingga jika muatan dari quarknya dijumlah akan menjadi +1 yang menyebabkan proton bermuatan positif. Neutron tersusun dari 1 up quark, dan 2 down quark, sehingga jika muatan dari quarknya dijumlah akan menjadi 0 yang menyebabkan neutron tidak bermuatan. Hal inilah yang menyebabkan proton tidak bisa disamakan dengan positron, karena secara teknis positron adalah anti-partikel dari elektron yang tidak memiliki partikel elementer, dan muatan positif positron tidak sekuat proton.

1 komentar:

suprianti mengatakan...

trimakasih infox

Poskan Komentar